
Jakarta — Gaun rancangan desainer Hengki Kawilarang melenggang di atas panggung Miss Universe 2022. Gaun itu dikenakan Miss Guatemala Ivana Batchelor saat beraksi di sesi Preliminary Competition yang digelar di New Orleans, Amerika Serikat (AS), Rabu (11/1/2023).
Batchelor terlihat memukau dengan gaun malam berwarna nude dengan detail rumbai-rumbai yang berkilauan.
Hengki mengatakan jika dia telah merancang dua gaun untuk Batchelor kenakan saat beraksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kebetulan aku membuatkan yang preliminary gown untuk Miss Guatemala. Aku menyiapkan dua gaun, dan satunya akan dikenakan saat grand final tanggal 14 Januari nanti,” tutur Hengki saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (13/1/2023).
Hengki mengaku bahwa semuanya berawal dari pertemanan yang ia jalin saat dia ikut serta dalam sebuah pertunjukan di New York, AS beberapa waktu lalu.
“Kebetulan aku ketemu makeup artist-nya dan waktu itu dia minta support untuk baju-bajunya Miss Guatemala di Miss Universe. Kebetulan mungkin baju aku se-tipe dengan [apa] yang mereka mau. Akhirnya beberapa waktu kemudian dia kontak aku melalui Facebook dan menanyakan apakah bersedia atau enggak,” lanjutnya.
Hengki pun saat itu menjawab bahwa ia bersedia dan mendiskusikan mengenai konsep dari kedua gaun yang akan ia rancang.
Khusus untuk gaun yang Batchelor kenakan kali ini, ia mengusung tema “Glamorous Chandeliers”. Gaun ini terinspirasi dari para peserta pageant yang selalu terlihat bak putri dan tampil glamor.
Ide itu pun dia tuangkan dalam gaun yang membuat Batchelor terlihat seperti seorang putri.
“Jadi setelah sepakat, saya kirim sketch. Ya udah, tinggal saya produksi, kita deal berapa-berapanya, langsung proses pengiriman,” ucapnya.
Butuh waktu selama dua minggu untuk menyelesaikan dua gaun yang batchelor kenakan di ajang Miss Universe 2022. Tak cuma itu, gaun pun ia buat dengan full handmade.
“Gaunnya ia buat semua hand-made. Pemasangan kristal, payet, bordirnya apa segala macam,” katanya.
Namun, di luar itu semua, Hengki menyimpan sedikit kekecewaan. Salah satunya adalah gaun yang dirancangnya terlihat berbeda saat dikenakan oleh Batchelor.
Sesungguhnya, Hengki merancang gaun dengan bahan yang tembus pandang pada bagian kaki. Tujuannya adalah untuk menonjolkan kaki jenjang Batchelor.
“Jadi, kan, kalau transparan, tungkai kaki [akan] nampak bagus,” ujar Hengki.
Namun saat Batchelor kenakan, bagian bawah gaun terlapisi oleh furing. Akibatnya, tujuan menonjolkan kaki jenjang Batchelor yang sebelumnya Hengki rencanakan pun gagal.
“Ketika pakai furing, dan jadinya, ya, seperti pendek gaunnya di depan,” ujar Hengki.
Meski harus menghadapi sejumlah kendala, Hengki mengaku bangga akan rancangannya yang dapat menembus panggung ajang kecantikan bergengsi.
“So far saya bangga aja sih bisa menjadi bagian ini. Bisa menginspirasi anak-anak muda, para desainer-desainer baru bahwa dunia itu melihat kami. Setidaknya Indonesia yang sering dipandang sebelah mata masih menjadi kiblat untuk fesyen. Itu suatu kebanggaan juga sih,” ucap Hengki.
(del/asr)
[Gambas:Video CNN]