COIMBATORE, INDIA – Inovasi bioteknologi untuk mendukung kesehatan dan keberlanjutan akuakultur menjadi salah satu topik yang diperkenalkan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), Prof. Dr. Uun Yanuhar, S.Pi., M.Si., dalam program akademik internasional di India.
Melalui Program Professors’ International Outreach for Education and Research (UB PIONEER) Batch I Tahun 2026, Prof. Uun melaksanakan Academic Outreach, Research Collaboration, and Knowledge Exchange Program di Sri Ramakrishna College of Arts & Science (SRCAS), Coimbatore, Tamil Nadu, India.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Brawijaya memperluas jejaring akademik global sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan dan penelitian lintas negara.
Kehadiran Prof. Uun disambut langsung oleh Principal & Secretary SRCAS, Prof. Dr. B.L. Shivakumar, bersama jajaran akademik.
Assoc. Prof. Ranjithkumar Rajamani selaku penanggung jawab program dari SRCAS turut mendukung koordinasi kegiatan serta memperkenalkan lingkungan akademik dan budaya lokal.
Pertemuan ini menjadi pintu awal untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Universitas Brawijaya dan SRCAS melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, serta penjajakan kerja sama di bidang perikanan dan ilmu kelautan.
Salah satu agenda utama program tersebut adalah International Seminar on Fisheries and Marine Science yang diselenggarakan oleh PG & Research Department of Biotechnology, SRCAS.
Dalam seminar ini, Prof. Uun hadir sebagai Chief Guest sekaligus menyampaikan materi bertajuk “Chlorella vulgaris Microalgae: Cultivation, PCP Protein Synthesis & Nanovaccines”.
Materi tersebut membahas pengembangan budidaya mikroalga Chlorella vulgaris, sintesis protein bioaktif PCP, serta potensi nanovaksin dalam mendukung kesehatan organisme budidaya.
Pemanfaatan bioteknologi ini menjadi salah satu bidang yang terus dikembangkan untuk menjawab tantangan kesehatan dan keberlanjutan sektor akuakultur melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Melalui seminar tersebut, perkembangan riset Universitas Brawijaya diperkenalkan kepada mahasiswa dan akademisi India, sekaligus membuka ruang pertukaran perspektif mengenai pemanfaatan bioteknologi dalam sektor perikanan dan kelautan.
Kegiatan ini merepresentasikan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Pendidikan Bermutu, melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas akademik lintas negara, serta berkaitan dengan SDG 14: Ekosistem Lautan, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang berpotensi mendukung pengelolaan sumber daya perairan serta keberlanjutan kegiatan perikanan dan akuakultur.
Selain agenda seminar, rangkaian UB PIONEER diisi dengan diskusi bersama dosen dan peneliti SRCAS untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih luas.
Pembahasan mencakup pengembangan penelitian bersama, penyusunan proposal kolaboratif, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa, serta penguatan jejaring penelitian di bidang bioteknologi perairan dan ilmu kelautan.

Melalui diskusi akademik, pertemuan kolaborasi riset, sesi pengembangan profesional, dan pertukaran pengetahuan, kedua institusi menjajaki peluang agar interaksi akademik tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang menghasilkan kegiatan pendidikan dan penelitian bersama.
Kolaborasi internasional ini sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kemitraan lintas institusi dan negara dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta inovasi.
Melalui sinergi antara Universitas Brawijaya dan SRCAS, peluang pertukaran keahlian dan pengembangan riset bersama diharapkan semakin terbuka, termasuk dalam menghasilkan publikasi ilmiah dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan sektor perikanan dan kelautan.
Partisipasi Prof. Uun Yanuhar dalam UB PIONEER menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen FPIK UB dalam memperkenalkan kapasitas akademik dan riset Universitas Brawijaya di tingkat internasional.
Program ini sekaligus membuka peluang bagi penguatan kolaborasi global yang tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi untuk sektor perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.
