Kutim – Sehari Bersama Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sangatta Utara menjadi ruang tempat ilmu, kepedulian, dan dakwah bertemu dalam satu langkah. Mengusung semangat menginspirasi, mengedukasi, dan berbagi untuk sesama, kegiatan yang digelar di SMK Muhammadiyah Sangatta Utara, Minggu (4/10/2026), itu menghadirkan beragam agenda pendidikan, kesehatan, sosial, hingga penguatan nilai keislaman.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan digagas sebagai bagian dari komitmen PCA Sangatta Utara dalam mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial masyarakat. Gerakan tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan nilai keagamaan, tetapi juga menyentuh pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pelaksanaan Sehari Bersama PCA Sangatta Utara melibatkan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, praktisi pendidikan, Majelis Muhammadiyah Kutai Timur, serta LazisMu. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Hj. Siti Robiah Ardiansyah turut hadir dalam kegiatan tersebut sekaligus membuka rangkaian acara. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan yang mendorong peningkatan pengetahuan, kepedulian sosial, serta penguatan peran perempuan dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Salah satu agenda yang dihadirkan adalah penyuluhan kesehatan bertema “Kenali, Cegah, Peduli: Lawan HIV dan Stigma”. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan HIV sekaligus menumbuhkan kepedulian dan mengurangi stigma terhadap mereka yang terdampak.
Selain bidang kesehatan, peningkatan kapasitas guru di era digital juga mendapat perhatian. Pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif disampaikan Agus Sultonik, M.Pd., praktisi pendidikan sekaligus Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Muhammadiyah Kutai Timur. Melalui pelatihan tersebut, para guru diajak memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menciptakan proses belajar yang lebih kreatif dan menarik.
“Media pembelajaran interaktif, kita tidak sekadar mengajar, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak kita,” kata Agus Sultonik, M.Pd.
Menurut Agus, penggunaan teknologi dalam pembelajaran semestinya tidak berhenti pada upaya membuat materi terlihat lebih modern. Media digital perlu diarahkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang membuat siswa lebih aktif, tertarik mengikuti pembelajaran, dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru.
Pelatihan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengetahuan antarpelaku pendidikan. Agus menilai keterbukaan untuk saling berbagi pengalaman dan keterampilan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama ketika guru dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Terima kasih kepada Aisyiyah PCA Sangatta Utara yang telah memberi ruang bagi ilmu untuk saling berbagi,” ujar Agus yang juga menjabat Ketua MPI Muhammadiyah Kutai Timur.
Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya kolaborasi antara organisasi perempuan, praktisi pendidikan, dan Muhammadiyah dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Ruang berbagi seperti pelatihan digital dinilai dapat membantu guru memperluas keterampilan sekaligus memperoleh inspirasi baru untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Penguasaan media pembelajaran interaktif menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya pemanfaatan teknologi di lingkungan pendidikan. Guru tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu memilih metode dan perangkat yang sesuai dengan karakter serta kebutuhan peserta didik.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan bazar murah sebagai salah satu langkah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, digelar aksi sosial berupa pembagian sembako khusus kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Nuansa keagamaan semakin kuat melalui Tabligh Akbar yang disampaikan Dr. Muhammad Iffan Fanani dengan tema “Menjadi Muslimah yang Berdaya, Berilmu, dan Bermakna.” Tema tersebut menekankan pentingnya kapasitas perempuan agar tidak hanya berperan di lingkungan keluarga, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif di tengah kehidupan sosial.
Melalui tema tersebut, perempuan didorong untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan, membangun kemandirian, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitarnya. Semangat itu sejalan dengan gerakan Aisyiyah yang tidak hanya menempatkan dakwah dalam ruang keagamaan, tetapi juga melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
PCA Sangatta Utara juga mengajak masyarakat menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum memperluas silaturahmi, saling berbagi pengetahuan, menebarkan kebaikan, serta memperkuat semangat gotong royong. Pertemuan berbagai unsur dalam satu kegiatan diharapkan dapat melahirkan kolaborasi yang berkelanjutan.
Dengan rangkaian edukasi kesehatan, pelatihan digital, bazar murah, pembagian sembako hingga Tabligh Akbar, Sehari Bersama PCA Sangatta Utara menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan dakwah yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas peran Aisyiyah dalam membangun perempuan yang berilmu, berdaya, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat di Kutai Timur.
