Jombang – “Nyantol di atas!” teriakan warga mendadak memecah kemeriahan Pawai Budaya HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026). Sebuah sound horeg berukuran besar yang ikut dalam iring-iringan pawai sempat tersangkut pada bagian gapura Perumahan Griya Kencana Mulya sebelum akhirnya dapat melintas dan meneruskan perjalanan.
Sound horeg kembali menjadi salah satu perhatian dalam pawai budaya yang berlangsung di Desa Candimulyo tersebut. Meski keberadaannya masih memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat, perangkat audio berukuran besar itu tetap diminati sejumlah peserta. Beberapa rombongan dari berbagai RW membawa sound horeg dengan ukuran berbeda, mulai dari perangkat sedang hingga berukuran besar yang diangkut menggunakan kendaraan dari titik awal di Kantor Desa Candimulyo.
Peristiwa yang paling menyita perhatian terjadi ketika salah satu kendaraan pembawa sound horeg berukuran besar hendak melewati gapura Perumahan Griya Kencana Mulya. Tingginya susunan perangkat audio berikut kendaraan pengangkut membuat sopir dan operator harus memperhitungkan ruang yang tersedia agar dapat melewati gapura dengan aman.
Saat kendaraan bergerak perlahan di bawah gapura, bagian atas perangkat sound ternyata sempat menyentuh dan tersangkut pada plang. Situasi itu langsung mengundang perhatian warga yang berdiri di sekitar jalur pawai.
“Lho… lho… nyantol di atas. Berhenti dulu!” teriak seorang warga yang menyaksikan pawai.
Kendaraan kemudian berhenti sementara. Sopir bersama operator sound melakukan penyesuaian posisi agar perangkat yang dibawa tidak mengalami kerusakan sekaligus menghindari benturan lebih lanjut dengan konstruksi gapura. Setelah menemukan posisi yang tepat, kendaraan akhirnya berhasil melewati bagian tersebut dengan lancar.
Rombongan pembawa sound horeg kemudian kembali melanjutkan perjalanan mengikuti rute yang telah disiapkan panitia. Kejadian singkat tersebut justru menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian masyarakat di tengah berlangsungnya pawai budaya.
Sepanjang jalur pawai hingga kawasan Jalan Gus Dur, Desa Candimulyo, warga terlihat menyaksikan beragam penampilan peserta. Masing-masing kelompok dari sejumlah RW menghadirkan kreasi berbeda sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Pawai budaya tahunan itu turut dihadiri perangkat Desa Candimulyo, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan atau Forkopimcam Jombang Kota. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menambah semarak kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain sound horeg, kreativitas peserta juga terlihat melalui berbagai kendaraan hias. Salah satunya ditampilkan peserta dari RW 11 Jalan Anggrek Perumda yang menghadirkan mobil hias dengan dekorasi sayur-mayur. Kendaraan tersebut turut menyusuri rute pawai hingga mencapai garis finis di kawasan Jalan Gus Dur.
Beragam penampilan itu memperlihatkan antusiasme warga dalam mengikuti agenda peringatan kemerdekaan. Masing-masing peserta berupaya menghadirkan hiburan sekaligus menunjukkan kreativitas lingkungan mereka melalui kostum, kendaraan hias, hingga perangkat audio.
Di antara berbagai atraksi tersebut, sound horeg tetap menjadi magnet tersendiri. Ukurannya yang mencolok dan suara yang kuat membuat perangkat itu mudah menarik perhatian penonton di sepanjang jalur. Keikutsertaannya dalam pawai juga menunjukkan masih adanya peminat sound horeg untuk kegiatan masyarakat di wilayah Jombang.
Namun, insiden di gapura menjadi pengingat bahwa penggunaan perangkat berukuran besar dalam kegiatan di ruang publik memerlukan perhitungan teknis yang matang. Tinggi kendaraan, susunan perangkat, kondisi jalan, keberadaan kabel, gapura, maupun fasilitas lain di sepanjang rute perlu diperhatikan untuk menjaga keselamatan peserta dan warga.
Pawai Budaya Desa Candimulyo akhirnya tetap berjalan meriah dengan beragam kreasi masyarakat. Kehadiran sound horeg menjadi salah satu warna dalam kegiatan tersebut, sementara kejadian saat melintasi gapura menegaskan pentingnya aspek keselamatan di balik kemeriahan sebuah pawai.
