Jombang – Deretan bidak hitam-putih menjadi saksi pertarungan strategi puluhan pecatur dalam STD Center Chess Tournament 2026. Di tengah suasana santai kawasan Ruko Stadion Merdeka, Kabupaten Jombang, sekitar 70 peserta tetap larut dalam konsentrasi, menghitung setiap langkah sebelum menentukan arah permainan, Sabtu (5/9/2026).
Turnamen yang digelar di area parkir Stadion Merdeka, tepat di depan Warkop Londo Ireng STD Center, itu mempertemukan peserta dari beragam kelompok usia. Mulai anak-anak, remaja hingga pemain senior turut mengadu kemampuan membaca permainan, menyusun strategi, serta mengambil keputusan di bawah tekanan waktu. Panitia membagi pertandingan ke dalam tiga kategori usia untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih proporsional bagi seluruh peserta.
Sejak pertandingan dimulai, suasana arena terlihat hidup. Papan-papan catur berjajar dan menjadi pusat perhatian peserta maupun penonton yang berada di sekitar lokasi. Meski berlangsung dalam atmosfer kekeluargaan, setiap pemain tetap menunjukkan keseriusan serta dituntut mematuhi aturan pertandingan dan menjunjung tinggi sportivitas.
Bagi para peserta, kompetisi tersebut tidak semata menjadi ajang memburu kemenangan dan trofi. Setiap pertandingan juga menjadi sarana menguji konsentrasi, kesabaran, ketelitian, pengendalian emosi, hingga kemampuan membaca kemungkinan langkah lawan dalam waktu terbatas.
Semarak turnamen semakin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh di Kabupaten Jombang. Kapolsek Jombang Kota AKP Edy Widoyono turut memberikan apresiasi kepada para peserta dan menyerahkan trofi kepada salah satu pemenang. Sementara penghargaan bagi juara kedua diserahkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jombang H M Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot.
Trofi untuk juara ketiga diserahkan oleh Idris Sardi yang mewakili STD Center. Kehadiran berbagai unsur tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan olahraga masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang turut mendukung terselenggaranya STD Center Chess Tournament 2026,” ujar Baret Mega Lanang kepada awak media.
Baret menjelaskan, penyelenggaraan turnamen memperoleh dukungan dari sejumlah lembaga olahraga dan pemerintah daerah, di antaranya Percasi Kabupaten Jombang, KONI Kabupaten Jombang, serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jombang. Dukungan tersebut turut memperkuat penyelenggaraan kompetisi sebagai ruang pengembangan olahraga catur di daerah.
Publikasi turnamen juga didukung sejumlah organisasi kewartawanan dan media di Jombang. Beberapa di antaranya Solidaritas Wartawan Jombang (SWJ), Perhimpunan Jurnalis Media Siber (PJS), DPD IWOI Jombang, Serikat Jurnalis Nusantara Kabupaten Jombang, serta sejumlah awak media lainnya.
Kolaborasi lintas unsur itu membantu memperluas informasi pelaksanaan turnamen agar dapat menjangkau masyarakat maupun komunitas pecinta catur di Jombang. Antusiasme sekitar 70 peserta sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga catur masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat, termasuk di kalangan generasi muda.
“Catur bukan semata-mata permainan di atas papan. Di dalamnya terdapat proses melatih konsentrasi, kesabaran, ketelitian, kemampuan membaca situasi, hingga keberanian menentukan pilihan,” kata Gus Sentot dalam apresiasi dan penghargaan yang diberikan kepada panitia penyelenggara dan peserta.
Menurut Gus Sentot, berbagai nilai yang terkandung dalam permainan catur memiliki arti penting, terutama dalam pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, kompetisi seperti STD Center Chess Tournament dinilai dapat menjadi ruang untuk mengenalkan olahraga catur sekaligus mengembangkan potensi pecatur muda di Kabupaten Jombang.
Pihak STD Center juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai agenda positif di Jombang. Turnamen dinilai mampu mempertemukan komunitas pecinta catur, generasi muda, masyarakat, serta berbagai pihak yang mempunyai perhatian terhadap perkembangan olahraga.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, STD Center Chess Tournament 2026 menjadi ruang silaturahmi dan kompetisi sehat. Dari setiap bidak yang digerakkan, para peserta belajar bahwa keputusan membutuhkan perhitungan dan setiap langkah membawa konsekuensi. Antusiasme peserta hingga pertandingan berakhir pun menegaskan bahwa catur tetap mampu menghadirkan persaingan menarik, menanamkan sportivitas, serta mempererat kebersamaan masyarakat Jombang.
