Mahulu– Di tengah dinamika kehidupan sosial dan suasana menjelang pesta demokrasi kampung, semangat kebersamaan justru tampak mengalir seperti jembatan sunyi yang menyatukan perbedaan.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, tokoh masyarakat Kampung Ujoh Bilang, Petrus Jumriq, menunjukkan kepedulian sosial dengan menyerahkan hewan kurban kepada sejumlah masjid di Ujoh Bilang, Kamis (14/5/2026).
Aksi sosial tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena dilakukan oleh seorang tokoh non-muslim sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan ibadah umat Islam.
Sebanyak tiga hewan kurban disalurkan pada hari itu, terdiri dari satu ekor sapi untuk Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Ujoh Bilang, satu ekor sapi bagi Masjid Al Muhajirin Sebenaq, serta satu ekor kambing untuk Masjid Al Falah Hidayatullah.
Penyerahan dilakukan sebagai bagian dari partisipasi sosial dalam menyambut Idul Adha yang akan datang [27 Mei 2026].
Nama Petrus Jumriq sendiri cukup dikenal di Kampung Ujoh Bilang karena aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kehadirannya dalam momentum keagamaan ini dinilai menjadi gambaran nyata toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat Mahulu, khususnya di wilayah pedalaman yang dihuni beragam latar belakang suku dan agama.
“Ini sebagai partisipasi untuk keluarga kita yang muslim, khususnya di Ujoh Bilang. Tujuan kita untuk menjalin hubungan antar umat beragama. Itu tujuan utamanya,” tegas Petrus Jumriq usai menyerahkan hewan kurban di Masjid Al Falah Hidayatullah.
Ia juga menepis anggapan bahwa bantuan tersebut berkaitan dengan momentum politik di Kampung Ujoh Bilang. Pasalnya, penyaluran hewan kurban berlangsung beriringan dengan tahapan pemilihan petinggi atau kepala desa yang dijadwalkan berlangsung pada [25 Mei 2026]. Menurut Petrus, langkah itu murni bentuk kepedulian sosial dan tidak memiliki kepentingan politik tertentu.
Baginya, perbedaan pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk merenggangkan hubungan sosial di tengah masyarakat. Momentum Idul Adha justru diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas warga tanpa membedakan agama, suku maupun pandangan politik yang berkembang menjelang pemilihan kampung.
“Semoga pelaksanaan hari raya kurban nanti berjalan lancar. Masyarakat juga bisa bergandengan tangan dengan warga masyarakat yg lain,” ujar Petrus Jumriq yang juga salah satu kontestan di Pemilihan Petinggi Ujoh Bilang 2026.
Sambutan positif datang dari pengurus masjid penerima bantuan. Mereka menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan dan berharap hewan kurban tersebut membawa manfaat serta keberkahan bagi warga sekitar, khususnya masyarakat yang membutuhkan saat momentum Idul Adha nanti.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan dinamika politik lokal, langkah kecil berbagi seperti ini menjadi pengingat bahwa persatuan tidak selalu dibangun lewat pidato panjang, melainkan melalui tindakan nyata yang mampu merawat rasa saling percaya antarwarga.
Sebagai informasi, Petrus Jumriq merupakan salah satu kontestan di Pemilihan Petinggi Kampung Ujoh Bilang yang digelar pada 25 Mei 2026 mendatang dengan nomor urut 5.
