Agam – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sejak Rabu siang (26/11/2025) memicu terjadinya galodo (banjir bandang) yang menghantam Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak. Luncuran air berlumpur pekat disertai kayu gelondongan dan batu besar menerjang permukiman warga serta memutus akses jalan antar jorong.
Menurut kesaksian warga setempat, Ujang (45), bencana tersebut datang dengan cepat tanpa banyak waktu untuk bersiap.
“Hanya beberapa menit setelah suara gemuruh terdengar dari arah bukit, air lumpur langsung turun besar sekali. Banyak warga hanya sempat menyelamatkan diri, barang-barang tertinggal,” tutur Ujang.
Ia juga mengungkapkan bahwa satu orang warga diduga terbawa arus galodo, namun identitasnya belum dapat dipastikan. Warga saat ini tengah melakukan pencarian manual di sepanjang aliran sungai, berharap orang tersebut bisa ditemukan dalam kondisi selamat.
Akibat galodo, sejumlah rumah di sepanjang bantaran aliran mengalami kerusakan serius, sementara jalan penghubung antar jorong dilaporkan terputus akibat pondasi yang tergerus derasnya arus. Warga bahu-membahu membersihkan material yang menumpuk, meskipun hujan masih terus mengguyur dan meningkatkan risiko longsor lanjutan.
Sampai saat ini, pencarian masih dilakukan oleh warga dan relawan lokal dibantu perangkat nagari, sembari menunggu tim dari BPBD Kabupaten Agam yang sedang menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal dan evakuasi jika diperlukan.
Situasi di Nagari Malalak Timur dinyatakan dalam kondisi siaga. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan, terutama mengingat kondisi cuaca yang belum stabil.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, terutama dalam upaya pencarian korban, pemulihan akses jalan, serta penyediaan kebutuhan darurat bagi warga terdampak.
