Jombang – Di tengah geliat pembangunan desa, Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, mencuri perhatian dengan inovasi agrowisata berbasis edukasi dan ketahanan pangan. Agrowisata Sumber Celeng (ASC), menjadi pionir yang menggabungkan keindahan alam, praktik pertanian modern, serta pembelajaran langsung bagi anak-anak hingga masyarakat umum.
Pada Senin (3/3/2025), ASC menjadi tuan rumah bagi kegiatan outing class siswa-siswi TK Bongsorejo. Di area pertanian yang asri dan produktif ini, anak-anak diajak mengenal buah serta sayuran, belajar menanam, dan merawat tanaman secara langsung. Respon positif dari para guru pendamping mencerminkan betapa pentingnya sentuhan langsung dengan alam untuk pembelajaran usia dini.
“Kegiatan ini sangat positif untuk edukasi pengenalan buah dan sayur kepada anak-anak,” ujar salah satu guru TK Bongsorejo yang mendampingi.
Besoknya, anak-anak akan mengikuti kegiatan petik buah langsung dari pohon. Pengalaman ini diharapkan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya proses produksi pangan, sekaligus memupuk kecintaan terhadap pertanian sejak dini.

Camat Diwek, Agus Sholihudin, turut menyampaikan apresiasinya. Ia menyebut program ini sebagai langkah cerdas desa dalam membangun identitas tematik. “Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik dalam upaya pengembangan agrowisata desa,” ungkapnya. Ia berharap Bulurejo dapat mengukuhkan diri sebagai “Desa Melon” seiring potensi besar dalam budidaya buah tersebut.
Agrowisata ini bahkan telah masuk nominasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Kabupaten Jombang menaruh harapan besar agar ASC mampu menembus 50 besar nasional sebagai destinasi edukatif dan inovatif.
Sekretaris Desa Bulurejo, Basis Dony, menjelaskan bahwa ASC juga menjadi pusat budidaya melon dan tanaman sayuran seperti pakcoy, timun, dan kacang panjang. Greenhouse yang sudah terbangun kini menampung hingga 300 bibit melon, dengan potensi panen hingga empat kali dalam satu musim tanam.
“Harapannya, program ini bisa menggabungkan ketahanan pangan dengan sektor wisata desa, sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan,” ujar Dony.
Tidak hanya untuk wisata, ASC juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM berbasis hasil pertanian dan produk olahan. Edukasi pertanian sehat dan teknik budidaya berkelanjutan menjadi nilai tambah yang memperkuat fungsi sosial ASC.
Kolaborasi ini, menurut Dony, merupakan upaya jangka panjang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. “Dengan adanya program ini, kami berharap perekonomian masyarakat juga ikut meningkat,” tambahnya.
Pemdes Bulurejo pun berkomitmen untuk terus menggandeng mitra dari sektor pendidikan dan swasta guna memperluas cakupan edukasi dan fasilitas wisata. Langkah ini diyakini mampu menjadikan ASC sebagai percontohan nasional dalam pengembangan desa berbasis potensi lokal.
