Sangatta – Sejak tahun 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur telah melaksanakan program inovasi untuk meningkatkan pemahaman keagamaan di enam sekolah sampel. Program ini difokuskan pada pembelajaran kitab suci dan memberikan ruang yang sama bagi semua agama.
Kepala Disdikbud Mulyono menjelaskan bahwa program ini menyasar siswa-siswi di tingkat SD dan SMP.
“Kita berikan ruang yang sama ke semua agama untuk memberikan tambahan pelajaran kepada siswa kita khususnya di SD dan SMP untuk meningkatkan pemahamannya dalam hal pelajaran kitab suci,” ujarnya usai menghadiri Akhirussanah SDIT 2 angkatan IV Darussalam di gedung serbaguna Guna Bukit Pelangi, Minggu (26/5/2024).
Kerja sama dengan Ummi Fondation di Surabaya merupakan salah satu langkah konkret yang telah diambil untuk meningkatkan kualitas pengajaran kitab suci Al-Quran. Mulyono menyebut bahwa melalui kerja sama ini, tenaga pengajar direkrut dari guru-guru TPA yang distandarisasi oleh Ummi Fondation.
“Harapan kami anak-anak lulus SD bisa membaca Al-Quran secara fasih, tajwidnya baik, dan minimal bisa hapal jus 30,” tambahnya.
Saat ini sudah ada 46 guru pengajar yang tersebar di 6 Sekolah percontohan program ini. “Kami berharap program ini dapat meningkatkan pemahaman membaca Al-Quran dengan benar,”terangnya.
Tidak hanya untuk agama Islam, program ini juga memberikan ruang yang sama bagi agama lain, sehingga tidak ada diskriminasi. Mulyono menekankan pentingnya program ini, terutama di era digital saat ini. “Tantangan begitu besar, godaan begitu besar, maka benteng agama juga harus lebih kita tingkatkan,” tegasnya.
Dengan program ini, Disdikbud Kutim tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Ini merupakan langkah penting dalam menghadapi tantangan besar di era digital, di mana benteng keagamaan menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga moral dan etika generasi muda.
