Mojokerto – Semarak Indonesia Fashion Week (IFW) 2024 diwarnai dengan kemunculan memukau batik Kota Mojokerto. Kolaborasi apik antara Pemerintah Kota Mojokerto dan desainer APIKMEN membawa batik khas Majapahit ini ke panggung bergengsi, mengantarkan budaya dan tradisi ke kancah nasional dan internasional.
Bertajuk “The Magnificent Of Majapahit”, koleksi batik Mojokerto yang dipresentasikan memancarkan eksplorasi budaya, keagungan, dan kejayaan kerajaan kuno tersebut. Motif dan desain yang terinspirasi dari peninggalan Majapahit berpadu dengan sentuhan modern, menghasilkan karya seni yang menawan.
Pj. Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro, mengungkapkan optimismenya bahwa partisipasi dalam IFW 2024 ini akan meningkatkan popularitas batik Mojokerto. “Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di mata dunia,” tuturnya. “Harapannya, para pengrajin batik Mojokerto dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam memajukan ekonomi kreatif.”
Lebih dari sekadar fashion show, penampilan batik Mojokerto di IFW 2024 merupakan upaya pelestarian budaya Majapahit. Ali Kuncoro menegaskan bahwa fashion adalah salah satu subsektor ekonomi kreatif yang penting untuk dikembangkan.
“Melalui batik, kita tidak hanya menggerakkan roda ekonomi, tetapi juga melestarikan warisan budaya leluhur,” imbuhnya.
Batik yang dipamerkan di IFW 2024 merupakan hasil karya 30 pembatik lokal Mojokerto dan dibuat di Sentra IKM Kota Mojokerto. Penggunaan pewarna alam yang ramah lingkungan menjadi nilai tambah yang menunjukkan komitmen terhadap kelestarian alam.
Sejarah dan Perkembangan Batik Mojokerto
Kota Mojokerto memiliki sejarah panjang dalam pembuatan batik, sejak tahun 1930-an. Motif batiknya banyak terinspirasi dari peninggalan Majapahit dan keindahan alam sekitar.
Ani Wijaya, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, menjelaskan bahwa pada tahun 2023, motif batik Mojokerto mulai berkembang dengan sentuhan kontemporer dan penggunaan pewarna alam.
“Saat ini, terdapat 30 pengrajin batik di Kota Mojokerto yang telah mendaftarkan ratusan motif batik, baik tradisional maupun kontemporer,” terangnya.
Motif-motif terkenal seperti Surya Majapahit, Sulur, Sekar Jagat, Buah Mojo, dan Menara Tribuana Tungga Dewi menjadi ikon batik Mojokerto. Teknik pembuatannya pun beragam, mulai dari batik tulis, batik cap, hingga kombinasi keduanya.
Kemunculan batik Mojokerto di IFW 2024 menjadi bukti nyata bahwa warisan budaya Indonesia dapat dikemas dengan apik dan berkelas. Kolaborasi antara pemerintah, pengrajin, dan desainer menjadi kunci untuk membawa batik Mojokerto ke kancah internasional.
Lebih dari sekadar kain indah, batik Mojokerto adalah cerminan budaya, sejarah, dan identitas Kota Mojokerto. Keberadaannya menjadi pengingat akan kejayaan Majapahit dan menjadi aset berharga bagi bangsa Indonesia.
