Bandung – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mengupayakan percepatan penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita pada kegiatan Sharing Session Penyusunan Pergub Ketahanan Keluarga di Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/11/2023).
Soraya mengatakan, Pergub Ketahanan Keluarga mendesak untuk diterbitkan agar program-program pembangunan ketahanan keluarga dapat direalisasikan sampai pada level terbawah di masyarakat.
“Perda Ketahanan Keluarga Kaltim sudah ada, namun Pergub-nya belum ada. Padahal, Pergub ini sangat penting untuk operasionalisasi Perda,” kata Soraya.
Soraya menambahkan, Perda Ketahanan Keluarga Kaltim bertujuan untuk mewujudkan kualitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik, materil, dan mental spiritual secara seimbang sehingga dapat menjalankan fungsi keluarga secara optimal menuju keluarga sejahtera lahir dan batin.
Dalam kegiatan Sharing Session Penyusunan Pergub Ketahanan Keluarga tersebut, Kaltim juga belajar dari pengalaman Jawa Barat dalam membangun ketahanan keluarga. Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan Indeks Kualitas Keluarga (IKK) yang cukup tinggi, yaitu 72,42 pada tahun 2021.
“Kami perlu menggali upaya-upaya yang dilakukan Jawa Barat untuk membangun keluarga yang berketahanan agar dapat kami replikasikan di Kaltim,” ujar Soraya.
Selain belajar dari pengalaman Jawa Barat, Kaltim juga akan melibatkan berbagai pihak dalam penyusunan Pergub Ketahanan Keluarga, antara lain akademisi, organisasi masyarakat, dan dunia usaha.
“Kami berharap Pergub Ketahanan Keluarga Kaltim dapat segera diterbitkan sehingga program-program pembangunan ketahanan keluarga dapat segera dilaksanakan,” pungkas Soraya.
Pentingnya Ketahanan Keluarga
Ketahanan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan masyarakat. Keluarga yang berketahanan akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi, baik dari dalam maupun luar keluarga.
Ketahanan keluarga dapat diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan fisik, materil, dan mental spiritual keluarga secara seimbang. Kebutuhan fisik keluarga meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan. Kebutuhan materil keluarga meliputi kebutuhan ekonomi, keamanan, dan keadilan. Kebutuhan mental spiritual keluarga meliputi kebutuhan agama, budaya, dan sosial.Pemerintah memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga.
Pemerintah dapat melakukan berbagai upaya untuk mendukung ketahanan keluarga, antara lain melalui program-program pembangunan keluarga, pemberdayaan keluarga, dan perlindungan keluarga.
