Jember – Di tengah upaya pemerintah daerah memastikan hak kesehatan warga terpenuhi, Puskesmas Rambipuji menegaskan kesiapannya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Komitmen ini tidak sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui penguatan layanan dasar, peningkatan kenyamanan fasilitas, serta pengelolaan dana kapitasi yang lebih optimal demi menghadirkan Universal Health Coverage (UHC) yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Rambipuji, dr. Dina Nurul Agustina, menyusul kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember yang menempatkan puskesmas sebagai ujung tombak transformasi layanan kesehatan. Menurutnya, seluruh jajaran Puskesmas Rambipuji telah menyatukan langkah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
“Kami siap meningkatkan kualitas pelayanan dan menata fasilitas agar lebih berpihak kepada pasien. Pengelolaan dana kapitasi juga akan kami optimalkan untuk mendukung mutu layanan,” ujar dr. Dina Nurul Agustina.
Ia menjelaskan bahwa penguatan layanan tidak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga kenyamanan ruang tunggu, alur pelayanan yang lebih efisien, serta sikap humanis tenaga kesehatan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tingkat pertama, sekaligus memperkuat peran puskesmas dalam sistem UHC di Kabupaten Jember.
Komitmen Puskesmas Rambipuji ini sejalan dengan kebijakan evaluasi kinerja fasilitas kesehatan yang akan dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Penilaian kinerja direncanakan berlangsung setiap tiga bulan sebagai bagian dari penguatan sistem layanan, peningkatan sumber daya manusia, serta kaderisasi kepemimpinan di lingkungan fasilitas kesehatan daerah.
Evaluasi berkala tersebut diharapkan mampu mendorong profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan sistem pengawasan yang terukur, kualitas layanan diharapkan tidak hanya merata, tetapi juga terus mengalami peningkatan.
Komitmen penguatan layanan ini ditegaskan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Rambipuji, Sabtu (24/1/2026). Bupati yang akrab disapa Gus Fawait menekankan bahwa keberhasilan UHC tidak cukup diukur dari luasnya cakupan kepesertaan semata.
“UHC tidak boleh berhenti pada kepesertaan. Yang paling penting adalah kualitas layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Gus Fawait.
Dalam arahannya, Gus Fawait menyoroti tiga fokus utama yang harus dijaga dan ditingkatkan oleh seluruh puskesmas, yakni kualitas pelayanan, kelayakan fasilitas, serta tata kelola pendapatan. Pelayanan kesehatan, menurutnya, harus dilakukan secara maksimal, cepat, dan manusiawi sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan perspektif dalam pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan. Fasilitas yang nyaman dan layak bagi pasien harus menjadi prioritas utama, bahkan jika dibandingkan dengan fasilitas internal pegawai.
“Fasilitas pasien harus lebih baik. Ini soal perspektif pelayanan publik dan keberpihakan kepada masyarakat agar manfaat UHC benar-benar terasa,” ujarnya.
Selain itu, Gus Fawait mendorong pengelolaan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilakukan secara presisi, efisien, dan transparan. Pengelolaan yang tepat sasaran dinilai mampu berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan tanpa menambah beban biaya bagi masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan Puskesmas Rambipuji, penguatan layanan kesehatan dasar diharapkan mampu menjadi fondasi UHC berkualitas di Kabupaten Jember. Komitmen ini sekaligus menjadi pesan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi dan menyejahterakan warganya.
