Mojokerto – Harapan baru bagi mobilitas dan geliat ekonomi warga mulai tampak di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Pembangunan jalan paving 3D di kawasan situs desa setempat kini resmi dikerjakan dan menjadi penanda keseriusan pemerintah desa dalam membenahi infrastruktur dasar. Proyek ini tidak hanya memperbaiki akses jalan yang sebelumnya rusak parah, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik serta mendukung pengembangan potensi desa.
Pembangunan jalan paving 3D tersebut memiliki volume pekerjaan sepanjang 304 meter dengan nilai anggaran mencapai Rp 546.000.000. Dana proyek bersumber dari Bantuan Keuangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (BK P-APBD) Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2025. Sesuai perencanaan, waktu pelaksanaan ditetapkan selama 60 hari kalender, terhitung sejak pekerjaan dimulai.
Sekretaris Desa Kumitir, Lukman Teguh Prasetya, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu prioritas pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya sudah tidak layak dan kerap menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan.
“Alhamdulillah, Desa Kumitir mendapatkan bantuan keuangan untuk pembangunan jalan. Jalan yang dulu sangat rusak kini dapat dibangun menggunakan dana BK P-APBD Tahun 2025 dan diwujudkan dalam bentuk paving. Kami berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Lukman menambahkan, pemilihan paving 3D bukan tanpa alasan. Selain memiliki daya tahan yang baik, model paving tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan karakter kawasan situs desa yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Dengan infrastruktur yang lebih representatif, pemerintah desa berharap kawasan tersebut dapat tertata lebih baik tanpa menghilangkan nilai kearifan lokal.
Pembangunan jalan paving 3D ini berada di jalur yang selama ini menjadi akses penting bagi warga Desa Kumitir. Jalan tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas harian masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung menuju kawasan situs desa yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata lokal. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan kunjungan masyarakat dan wisatawan dapat meningkat.
“Selain memperlancar mobilitas warga, pembangunan jalan ini juga kami harapkan mampu menunjang pengembangan potensi desa, baik dari sektor ekonomi, sosial, maupun pariwisata,” jelas Lukman.
Respons positif juga datang dari masyarakat. Salah seorang warga Desa Kumitir, David, mengaku sangat bersyukur dengan dimulainya pembangunan jalan paving tersebut. Ia menilai, perbaikan infrastruktur jalan akan membawa dampak nyata bagi kehidupan warga sehari-hari.
“Saya sangat merasa senang ada pembangunan jalan ini berupa paving. Semoga ke depan bisa bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi warga dan aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut David, kondisi jalan sebelumnya sering menimbulkan keluhan karena berlubang dan licin. Dengan adanya paving 3D, ia berharap aktivitas warga menjadi lebih lancar dan aman, termasuk bagi anak-anak dan lansia yang melintas di kawasan tersebut.
Pemerintah Desa Kumitir menargetkan pembangunan jalan paving 3D ini dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan pengawasan dan partisipasi masyarakat, proyek ini diharapkan dapat segera dimanfaatkan secara optimal dan menjadi salah satu tonggak peningkatan kualitas infrastruktur desa.
