Jakarta — Muslim Indonesia yang tergabung dalam Lingkar Pengajian Beijing (LPB) dan Lintas Komunitas Muslim Indonesia Tiongkok (LKMIT). Menggelar kegiatan Tabligh Akbar Ramadan, Sabtu (23/4/2022). Acara ini terlaksanakan melalui Zoom dan terikuti 87 peserta.
Agenda tersebut ia buka dengan pembacaan Alquran surah al-Baqarah ayat 185 beserta terjemahannya. Dan melanjutkan dengan pembacaan tata tertib, sambutan-sambutan, pemaparan narasumber, doa bersama dan penutupan. Tak ketinggalan, foto bersama dan pengumuman pemenang doorprize ia lakukan di akhir acara.
Ketua LKMIT Surya Bagus Mahardika dalam sambutannya berharap agar LKMIT bisa menjadi sarana silaturahim. Dan penguat bagi sesama Muslim Indonesia dan Tiongkok, utamanya dalam syiar kebaikan.
Atase Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI. Beijing Yaya Sutarya menyampaikan apresiasinya kepada panitia kegiatan yang telah mempersiapkan acara tersebut dengan baik dan rapi.
“Ramadan 2022 berbeda, karena terjadi pembatasan dan penutupan kampus-kampus dan masjid-masjid di Tiongkok karena gelombang keempat Covid-19 (lockdown). Hanya empat wilayah Tiongkok yang zero case, wilayah tersebut yang menjadi tempat mayoritas Muslim berada. Yaitu Ningxia, Macau, Tibet, dan Xinjiang,” ucap dia dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (26/04/2022).
KBRI Beijing tersebut menjalin kerja sama dengan Majelis Taklim At Takwa dan rutin melakukan berbagai kegiatan selama Ramadan. Seperti tadarus Quran, shalat Tarawih, sahur dan buka puasa bersama, pengajian daring dan luring. Berbagai kegiatan tersebut dapat termanfaatkan oleh Warga Negara Indonesia (WNI). Di Tiongkok untuk terus menggaungkan Islam dan pengobat rindu terhadap Indonesia.
Terkait kebijakan masuk ke Tiongkok, ia menyebut prosedur yang harus terlalui oleh mahasiswa adalah mendapat entry visa/undangan kampus. Setelah itu, mahasiswa baru bisa melakukan pengurusan ke Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia.
“Permasalahan utama ada pada lama karantina sebelum dan sesudah sampai Tiongkok dan penerbangan yang sedikit dari Tiongkok ke Indonesia (harga tiket mahal). Terkait hal tersebut, KBRI Beijing terus melakukan konsolidasi dan fasilitasi agar saat kepulangan mahasiswa Indonesia ke Tiongkok nanti lebih ringan,” lanjutnya.
Turut hadir dalam acara adalah Kepala Kantor Bank Indonesia di Beijing Tutuk SH Cahyono. Ia menyampaikan selamat atas terbentuknya LKMIT dan harapan agar LKMIT dapat menjadi manfaat terbaik bagi Indonesia dengan cara-cara yang baik.
Ia juga menyampaikan informasi terbaru atas Indonesia yang menjadi tuan rumah presidensi G20. Selain mensosialisasikan acara tersebut, BI berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat Indonesia dalam pengunaan mata uang lokal (rupiah), akan memversifikasi mata uang lokal.
“Berkaitan dengan poin terakhir, sesuai kebijakan terbaru tahun 2021, Local Currency Settlement (LCS) bertujuan untuk mendukung stabilitas perekonomian. LCS merupakan penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal melalui bank,” kata dia.
Indonesia juga menyebut telah melakukan kerja sama dengan empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Jepang dan Tiongkok. Tiongkok merupakan negara terbesar yang menggunakan LCS, sehingga harus termanfaatkan sebaik mungkin.
Adapun jenis transaksi yang dapat ia gunakan adalah jual beli mata uang lokal (rupiah dan yuan), pengiriman mata uang lokal ke negara mitra, pembiayaan perdagangan dan investasi, termasuk remitansi dan pembayaran uang kuliah.
