Jakarta – Komoditas tilapia di Indonesia menjadi primadona pasar. Lalu, tilapia menempati peringkat keempat eksportir dunia.
Hal tersebut membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis komoditas tersebut bisa mendongkrak pasar global tilapia.
“Tren 2017-2023 ekspor tilapia kita tumbuh sebesar 7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tilapia kita mampu bersaing di pasar global,” jelasnya, Senin (19/02/2024).
Dirjen PDSPKP Komoditas Tilapia tersertifikasi Ekolabel
Sementara itu, keunggulan tilapia dibanding negara lain. Hal ini juga turut diungkap Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo.
Menurutnya, tilapia Indonesia memiliki keunggulan daripada kompetitor karena tersertifikasi ekolabel. Produk tersebut pun mendapat penghargaan paling tinggi daripada produk sejenis dari China, Taiwan dan Honduras di pasar AS.
Selain itu, produk tilapia Indonesia tersebut mayoritas menembus pasar AS, Uni Eropa dan Kanada. Hal ini juga terdapat dari sejumlah top importir produk tilapia yang meliputi Amerika Serikat (AS), Meksiko, Uni Eropa, Timur Tengah, Pantai Gading dan Kanada pada tahun 2022.
“Artinya pasar yang lain masih sangat potensial untuk kita kembangkan misalnya Timur Tengah selain yang sudah existing,” ucap Budi.
Kemudian, selama 2021-2022 tidak terdapat penolakan ekspor tilapia Indonesia ke pasar AS. Sementara di periode yang sama, terdapat 17 penolakan terhadap produk China karena isu veterinary drugs, labelling, nitrofurans, dan pestisida.
“Tilapia Indonesia di pasar AS merupakan produk premium dan bersertifikat ekolabel,” urai Budi.
Tilapia Perlu Perkembangan yang Potensial
Sementara itu, Budi menuturkan tilapia sebagai komoditas potensial yang perlu adanya perkembangan mengingat semua bagian tubuhnya terolah (zero waste).
Misalnya kepala ikan sebagai bahan menu masakan lokal, sisik menjadi kolagen dan gelatin untuk kosmetik. Kemudian, kulitnya untuk pengobatan luka bakar (farmasi), duri ikan dan intestine menjadi tepung ikan bahan pakan ikan serta minyak ikan untuk biofuel.
“Jadi tidak ada yang terbuang karena semua bagian tubuhnya bernilai tambah jika menjadi olahan-olahan,” ujarnya.
selain itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti wahyu Trenggono menegaskan KKP akan fokus pada lima program prioritas di mana salah satunya ialah pembangunan budi daya laut, pesisir dan darat berkelanjutan dengan mendirikan kampung budi daya.
