Jember – Program Mobil Cinta yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember mendapat apresiasi dari Ketua DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember, Akhmad Malik Afandi. Program ini dinilai menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya pasien kurang mampu yang membutuhkan bantuan transportasi setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Pemkab Jember menyiapkan sebanyak 38 unit Mobil Cinta untuk mendukung layanan antar pasien dari rumah sakit menuju kediaman masing-masing setelah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Jember dan BPJS Kesehatan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Jember bersama Direktur BPJS meluncurkan Mobil Cinta yang akan memastikan seluruh warga yang tidak mampu mendapatkan pelayanan antar ke rumah setelah mendapat pelayanan di tiga rumah sakit daerah Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
Ketua DPD LDII Jember, Akhmad Malik Afandi, menilai program tersebut menunjukkan bahwa pelayanan pemerintah tidak cukup hanya menyediakan fasilitas pengobatan, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan pasien setelah menyelesaikan perawatan.
“Ini merupakan inovasi pelayanan yang patut diapresiasi. Sejatinya, seorang bupati dipilih oleh rakyat untuk melayani rakyat dengan sebaik-baiknya. Melalui program Mobil Cinta, pemerintah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan bantuan,” ungkap Malik.
Menurutnya, keberadaan transportasi bagi pasien menjadi kebutuhan penting, terutama bagi warga dengan keterbatasan ekonomi maupun pasien yang kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih setelah menjalani pengobatan.
Bagi sebagian keluarga, biaya dan ketersediaan kendaraan untuk mengantar pasien pulang dapat menjadi kendala tersendiri. Karena itu, layanan Mobil Cinta diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman setelah mendapatkan pelayanan kesehatan.
Malik juga menyoroti pemanfaatan mobil dinas camat di wilayah Kabupaten Jember untuk mendukung program Mobil Cinta. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan upaya mengoptimalkan fasilitas pemerintah agar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Ketika fasilitas yang dimiliki pemerintah dapat dialihkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, di situlah terlihat semangat pengabdian yang sesungguhnya. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari banyaknya fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan tersebut.
Dalam sektor kesehatan, misalnya, pelayanan yang menyeluruh tidak berhenti ketika pasien selesai diperiksa atau menjalani pengobatan. Kemudahan perjalanan pulang juga menjadi bagian penting dari pengalaman pasien dalam memperoleh layanan kesehatan.
Lebih lanjut, Malik menilai pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Kepercayaan tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Ketika masyarakat merasa nyaman, bahagia, dan benar-benar merasakan manfaat kebijakan pemerintah, mereka akan memiliki semangat untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan. Masyarakat yang sehat, kuat, dan bahagia merupakan aset berharga bagi Kabupaten Jember,” jelasnya.
Ia berharap program Mobil Cinta dapat berjalan secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang baik, akses yang mudah, serta mekanisme pelayanan yang jelas agar warga yang benar-benar membutuhkan dapat terlayani secara optimal.
Apresiasi dari LDII Jember tersebut sekaligus menjadi harapan agar inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat terus dikembangkan.
Dengan mengedepankan pelayanan yang humanis dan pemanfaatan fasilitas secara optimal, program Mobil Cinta diharapkan tidak hanya membantu pasien kembali ke rumah, tetapi juga memperkuat kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat Jember.
