Jakarta – Guncangan gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar pada Jumat siang memang terasa hingga negara-negara tetangga, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa Indonesia tidak terdampak secara langsung. Masyarakat Indonesia diimbau untuk tetap tenang dan tidak termakan kabar yang tidak jelas sumbernya.
Gempa utama bermagnitudo 7,7 tersebut disusul oleh beberapa gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,6 dan yang terkecil 4,6. Menurut saksi mata di Myanmar, ini merupakan gempa terkuat yang pernah mereka alami seumur hidup.
Namun demikian, Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa gempa tersebut tidak mempengaruhi kegempaan di wilayah Indonesia. “Tidak ada keterkaitan langsung antara aktivitas tektonik di Sesar Besar Sagaing di Myanmar dengan sistem kegempaan di Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa gempa ini juga tidak memicu potensi tsunami karena karakter sesarnya mendatar, bukan vertikal.
Pihak BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi menyesatkan atau kabar palsu yang kerap muncul pascagempa besar. “Tetap tenang dan hanya ikuti informasi resmi dari lembaga berwenang,” tambah Daryono.
Saat ini, situasi di Myanmar dan Thailand masih dalam status siaga. Tim penyelamat terus berjibaku mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan, terutama di Mandalay, Naypyidaw, dan Bangkok. Jumlah korban jiwa dan luka-luka diperkirakan akan terus bertambah seiring berjalannya proses evakuasi.
Meski wilayah Indonesia tak terdampak langsung, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, terutama bagi negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik seperti Indonesia. Edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan bencana tetap menjadi prioritas utama dalam menjaga keselamatan publik.
