Sikap dewasa bukan hanya soal bagaimana kita bertindak, tapi juga bagaimana kita menghargai orang lain. Dalam dunia kerja yang kompetitif, apresiasi bukanlah bonus tambahan—melainkan bahan bakar utama yang menjaga kinerja dan suasana hati tetap menyala.
Pada 5 Januari 2026, semakin banyak perusahaan menyadari bahwa penghargaan terhadap usaha tim adalah kunci menjaga motivasi. Bukan hanya hasil akhir yang layak diapresiasi, tetapi juga proses yang jujur, usaha kecil yang konsisten, serta perbaikan bertahap yang menunjukkan kemajuan.
“Orang jadi tidak takut mencoba ketika mereka tahu usahanya dihargai, bukan hanya hasilnya,” ujar Lina Hartono, praktisi HR dari Jakarta. Menurutnya, budaya apresiasi bisa membentuk iklim kerja yang lebih sehat dan produktif.
Lingkungan kerja yang saling menghargai membuat konflik bisa ditekan, komunikasi jadi terbuka, dan relasi antar karyawan semakin kuat. Bahkan, satu kalimat sederhana seperti “Terima kasih atas bantuannya” mampu menjadi pelindung dari kelelahan mental.
Menariknya, bentuk apresiasi tidak harus formal atau mewah. Ucapan tulus, pengakuan di forum kecil, atau menyebut nama seseorang saat idenya dipakai sudah cukup untuk menunjukkan kepedulian.
“Ketulusan dan waktu yang tepat lebih penting daripada kemasan yang mewah,” tambah Lina. Ini menunjukkan bahwa apresiasi lebih tentang niat dan perhatian, bukan soal bujet perusahaan.
Memberi apresiasi juga mencerminkan kedewasaan emosional seseorang. Mereka yang tulus menghargai kerja orang lain biasanya tidak merasa terancam oleh keberhasilan timnya. Justru, mereka percaya diri dengan perannya sendiri dan mampu melihat keberhasilan sebagai pencapaian bersama.
Sebaliknya, orang yang sulit menghargai biasanya masih bergelut dengan egonya. Menghargai bukan berarti kalah, tapi menunjukkan bahwa kita cukup besar untuk melihat nilai dalam diri orang lain.
Dampak terbesar dari apresiasi adalah tumbuhnya rasa loyal dalam tim. Ketika seseorang merasa dihargai, ia akan lebih berinisiatif, bertanggung jawab, dan tak mudah tergoda pindah hanya karena tawaran gaji yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, apresiasi adalah bahasa sederhana yang membuat kerja keras terasa berarti. Dan dalam dunia yang penuh tekanan, satu bentuk penghargaan kecil bisa menjadi alasan seseorang tetap bertahan.
