Kerinci β Seolah menantang langit, langkah-langkah pelari menembus kabut dan terjalnya jalur pegunungan dalam ajang Kerinci 100 kembali menghadirkan drama ketahanan dan keindahan alam yang berpadu. Di antara derap napas dan medan yang tak kenal ampun, nama Arief Wismoyono mencuat sebagai yang tercepat menaklukkan jalur menuju puncak.
Ajang lari lintas alam bertaraf internasional tersebut digelar pada Minggu (5/4/2026), menghadirkan ratusan pelari dari dalam dan luar negeri. Dalam kategori summit, peserta ditantang menempuh rute ekstrem dari Lapangan M10 Kayu Aro hingga puncak Gunung Kerinci di ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut. Pada lintasan inilah Arief Wismoyono mencatatkan performa gemilang dengan waktu 3 jam 15 menit, mengungguli sejumlah pesaing dari berbagai negara Asia.
βIni bukan hanya soal kecepatan, tapi bagaimana mengatur energi dan fokus sepanjang jalur yang sangat menantang,β ujar Arief usai mencapai garis finis.
Kemenangan tersebut menegaskan kapasitas atlet Indonesia dalam olahraga trail running yang semakin diperhitungkan di level internasional. Dengan persiapan matang serta strategi yang terukur, Arief mampu menjaga ritme sejak awal hingga finis di puncak, meski harus menghadapi tanjakan curam, jalur berbatu, serta perubahan cuaca yang tidak menentu.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Kerinci Monadi menyerahkan langsung medali kepada Arief di garis finis. Momen tersebut berlangsung penuh kebanggaan dan disambut meriah oleh peserta serta panitia yang turut menyaksikan keberhasilan pelari nasional tersebut mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Kerinci 100 sendiri telah dikenal luas sebagai salah satu event trail running paling bergengsi di Indonesia. Selain menjadi arena kompetisi olahraga ekstrem, kegiatan ini juga berperan besar dalam mempromosikan potensi wisata alam Kabupaten Kerinci ke kancah global. Para peserta tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga dimanjakan oleh panorama alam yang masih alami dan eksotis.
Sepanjang lintasan, pelari disuguhkan pemandangan yang beragam, mulai dari hutan pegunungan yang lebat hingga lanskap dataran tinggi yang memukau. Rute lomba juga melintasi sejumlah destinasi unggulan seperti Danau Gunung Tujuh, Rawa Bento, hingga kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat yang dikenal sebagai habitat berbagai flora dan fauna langka.
Keberhasilan penyelenggaraan Kerinci 100 tahun ini dinilai semakin memperkuat posisi daerah tersebut sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia. Event ini tidak hanya menarik atlet profesional, tetapi juga wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbeda di alam terbuka.
Kemenangan Arief Wismoyono pun menjadi simbol kebangkitan dan potensi besar atlet lokal di ajang internasional. Di tengah persaingan yang semakin ketat, prestasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing di medan ekstrem sekalipun.
