Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menghadirkan inovasi di bidang pelayanan kesehatan. Bertepatan dengan peringatan 2nd Anniversary Universal Health Coverage (UHC), Pemkab Jember resmi meluncurkan Mobil Cinta, layanan antar-pulang gratis bagi pasien kurang mampu yang telah selesai menjalani perawatan di rumah sakit.
Launching Mobil Cinta digelar di halaman RSD Balung, Kamis (8/10/2026). Acara tersebut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto beserta jajaran, Direktur RSD Balung dr. Nyoman Semita, para camat se-Kabupaten Jember serta sejumlah tamu undangan.
Dalam launching tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait bersama rombongan bahkan secara langsung mendorong kursi roda pasien yang telah dinyatakan sehat hingga menuju Mobil Cinta. Pasien tersebut kemudian diantar pulang ke rumah secara gratis.
Bupati Muhammad Fawait menjelaskan, kehadiran Mobil Cinta merupakan bagian dari upaya Pemkab Jember memperkuat pelayanan dasar, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
“Pemerintah Kabupaten Jember sesuai arahan Presiden Prabowo untuk betul-betul membela wong cilik, terutama mereka yang tidak mampu. Maka kita mulai dari perbaikan pelayanan dasar. Salah satunya di bidang kesehatan,” kata Gus Fawait.
Menurutnya, hampir dua tahun Pemkab Jember memastikan masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan gratis melalui program UHC yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Namun, dari evaluasi di lapangan, masih ditemukan persoalan yang dihadapi pasien kurang mampu setelah selesai mendapatkan pelayanan di rumah sakit.
“Warga yang tidak mampu mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit, tetapi pulangnya masih punya tanggungan. Kadang mereka harus menyewa mobil, sementara mereka tidak punya biaya,” jelasnya.
Kondisi tersebut kemudian melahirkan inovasi Mobil Cinta.Gus Fawait menyampaikan, layanan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang telah mendapatkan perawatan di tiga rumah sakit pemerintah daerah dan membutuhkan fasilitas untuk kembali ke rumah.
“Pada tanggal 08, 2026, 2 ditambah 6 tetap 8. Maka kami meluncurkan bersama Direktur BPJS Mobil Cinta yang akan memastikan seluruh warga yang tidak mampu mendapatkan pelayanan antar ke rumah setelah mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.
Pemkab Jember menyiapkan total 38 armada Mobil Cinta. Sebanyak 31 armada telah tersedia, sedangkan tujuh armada lainnya akan menjadi tambahan.
Untuk tahap awal, layanan Mobil Cinta difokuskan pada tiga rumah sakit pemerintah daerah. Setelah pelaksanaan berjalan baik, program tersebut akan dievaluasi dan berpeluang dikembangkan hingga fasilitas kesehatan lainnya.
Gus Fawait menegaskan, Mobil Cinta berbeda dengan ambulans.“Ambulans itu menjemput yang sakit. Kalau ini mengantar yang sudah sehat, yang sudah dirawat di rumah sakit. Masyarakat juga tidak mau kalau sudah sembuh diantar menggunakan ambulans karena bisa membuat tetangga atau keluarganya kaget,” katanya.
Karena itu, Mobil Cinta dirancang sebagai layanan transportasi khusus bagi pasien kurang mampu yang telah dinyatakan sehat dan membutuhkan kendaraan untuk kembali ke rumah.
Bupati juga mengakui program baru tersebut masih membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan.
Ia membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan melalui kanal Wadul Gus’e maupun secara langsung apabila dalam pelaksanaannya ditemukan kekurangan.
“Pasti ada kelemahan, pasti ada kekurangan. Maka justru saya perlu masukan dari masyarakat. Yang jelas semangat kita adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan RI Akmal Budi Yulianto mengapresiasi peluncuran Mobil Cinta. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk gotong royong dan kolaborasi antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah daerah.
Akmal menjelaskan, Mobil Cinta bukan bagian dari layanan JKN, melainkan layanan tambahan yang diberikan pemerintah daerah untuk mendukung masyarakat peserta JKN.
“Ini adalah inovasi wujud kolaborasi antara BPJS Kesehatan bersama dengan pemerintah kabupaten. Ini bukan pelayanan yang sama dengan JKN, tetapi pelayanan tambahan terhadap program JKN,” ungkapnya.
Ia juga menyebut kebijakan tersebut sejalan dengan ketentuan Permendagri Nomor 14 Tahun 2025, yang memungkinkan anggaran daerah dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan tambahan bagi masyarakat.
Akmal menilai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana pemerintah daerah dapat menghadirkan layanan tambahan melalui kreativitas dan kolaborasi, termasuk di tengah keterbatasan fiskal.
“Dengan kreativitas Pak Bupati, ini ternyata bisa diwujudkan program-program yang memang pro-rakyat dan terlihat. Kami apresiasi luar biasa,” katanya.
Akmal berharap kolaborasi tersebut terus dikembangkan sehingga Mobil Cinta dapat menjadi salah satu contoh inovasi pelayanan kesehatan yang dapat diterapkan di daerah lain.
Dengan diluncurkannya Mobil Cinta, Pemkab Jember tidak hanya berupaya memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan saat sakit, tetapi juga memastikan pasien kurang mampu dapat kembali ke rumah dengan aman setelah dinyatakan sehat.( ADV )
