Makassar – “Dahaga” mahasiswa terhadap ruang pengembangan diri di luar bangku kuliah terlihat dari tingginya peminat UKM Protokoler Universitas Hasanuddin (Unhas). Dari 1.233 mahasiswa yang mengikuti proses pendaftaran, sebanyak 164 calon anggota baru yang lolos seleksi mengikuti Pro-Spek #2 (Protokoler Special Skills & Talent Development), Minggu (27/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WITA di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, tersebut mengangkat tema “Communicate with Confidence, Create with Purpose”. Pro-Spek #2 menjadi ruang pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam kemampuan komunikasi dan pemanfaatan media digital yang dapat menunjang kebutuhan akademik, aktivitas organisasi, hingga dunia profesional.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh dua materi dengan fokus keterampilan berbeda. Sesi pertama bertajuk “The Art of Active Listening” dibawakan Founder Sit Speaking, Siti Ramadana. Sementara sesi kedua bertema “AI-Powered Multimedia” disampaikan Brand Designer & Marketer at Sataracorp.com, Rois Surya.
Antusiasme terhadap proses penerimaan anggota UKM Protokoler Unhas tahun ini bahkan jauh melampaui perkiraan penyelenggara. Ketua Panitia Pro-Spek #2, Ferianto Ricki, mengungkapkan pengurus sebelumnya hanya memasang target sebanyak 600 pendaftar. Namun, jumlah mahasiswa yang mendaftar akhirnya menembus 1.233 orang atau lebih dari dua kali lipat target awal.
“Awalnya pengurus menargetkan 600 pendaftar saat open recruitment, tetapi yang mendaftar justru tembus mencapai 1.233 orang. Ini mengindikasikan betapa tingginya dahaga mahasiswa akan ruang pengembangan diri yang berkualitas di luar ruang kuliah,” ujar Ferianto.
Besarnya jumlah pendaftar tersebut menjadi gambaran tingginya ketertarikan mahasiswa terhadap aktivitas pengembangan kemampuan nonakademik. Dari keseluruhan pendaftar, 164 calon anggota yang dinyatakan lolos seleksi kemudian memperoleh kesempatan mengikuti Pro-Spek #2 sebagai bagian dari proses pengembangan keterampilan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, yang hadir dalam kegiatan itu menyoroti pentingnya menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki. Pengalaman langsung dinilai menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kemampuan mahasiswa.
“Mahasiswa perlu diberi ruang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensinya. Pengalaman langsung di lapangan akan membentuk best practice, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuat mahasiswa lebih matang dan bijak dalam menghadapi berbagai persoalan,” kata Prof. Ruslin.
Selain peningkatan kemampuan mahasiswa, pengembangan keprotokoleran juga diarahkan agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan dalam penyelenggaraan kegiatan. Pembina UKM Protokoler Unhas, Ishaq Rahman, mendorong lahirnya praktik keprotokoleran yang lebih inovatif dan adaptif.
Salah satu gagasan yang didorong adalah konsep green protokoler, yakni pelaksanaan kegiatan yang memberikan perhatian terhadap aspek ramah lingkungan. Selain itu, terdapat gagasan accessible protokoler yang menempatkan aksesibilitas sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan sebuah acara.
“Saya membayangkan ada kegiatan di Unhas di mana MC atau petugas protokolernya adalah penyandang disabilitas,” ujarnya.
Gagasan tersebut membuka ruang pengembangan keprotokoleran yang tidak hanya berkutat pada tata acara dan komunikasi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan aksesibilitas. Dengan demikian, mahasiswa yang terlibat diharapkan memperoleh pengalaman yang relevan dengan perkembangan kebutuhan penyelenggaraan kegiatan.
Pro-Spek #2 turut dihadiri Kepala Subdirektorat Penyiapan Karir Direktorat Kemahasiswaan Unhas, Burhan Kadir, S.S., M.A. Pelaksanaan kegiatan juga mendapatkan dukungan dari sejumlah media partner, yakni Event Unhas, Foxnesia, Go News, EBS FM, dan Gerbang Indonesia Timur.
Melalui materi seni mendengar aktif dan pemanfaatan multimedia berbasis kecerdasan buatan, Pro-Spek #2 menjadi bagian dari upaya UKM Protokoler Unhas membekali calon anggotanya dengan keterampilan yang dapat diterapkan di lingkungan kampus maupun profesional. Tingginya jumlah pendaftar sekaligus menunjukkan besarnya minat mahasiswa untuk mendapatkan ruang pengembangan kemampuan di luar kegiatan perkuliahan.
