Jember – Upaya meningkatkan prestasi atlet tidak hanya bergantung pada kerasnya latihan. Pemulihan atau recovery juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan jika seorang atlet ingin tampil maksimal dan mencapai podium.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam acara kolaborasi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember dan Mayapada Hospital yang digelar di Hotel Aston Jember, Sabtu (26/9/2026).
Mengusung tema “Maximize The Effort, Optimise The Rest: Recovery sebagai Strategi Menuju Podium”, kegiatan tersebut diikuti Ketua dan pengurus KONI Jember, para pengurus cabang olahraga (cabor), serta sejumlah ketua cabor.
Hadir sebagai narasumber, dr. Reyner Valiant Tumbelaka, Sp.OT, dokter spesialis Orthopedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, serta dr. Pratama Wicaksana, Sp.KO, dokter spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital Surabaya.
Dalam pemaparannya, dr. Reyner menegaskan bahwa cedera tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan seorang atlet. Atlet yang mengalami cedera, bahkan setelah menjalani tindakan operasi, masih memiliki peluang untuk kembali berprestasi dan mencapai kondisi terbaiknya.
Menurutnya, banyak atlet yang pernah mengalami cedera serius namun mampu kembali ke arena pertandingan dan menunjukkan performa terbaik setelah menjalani proses penanganan serta pemulihan secara tepat.
“Jadi atlet yang cedera dan sudah menjalani operasi tetap bisa berprestasi dan kembali ke performa terbaiknya,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Pratama Wicaksana atau yang akrab disapa dr. Toni menekankan bahwa pemulihan bukan sekadar jeda setelah latihan, melainkan bagian dari proses latihan itu sendiri.
“Recovery adalah bagian dari latihan. Tidur adalah recovery yang paling bagus,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan atlet untuk mendapatkan kondisi tubuh yang optimal, termasuk pengaturan waktu latihan, istirahat, serta pemenuhan kebutuhan tubuh.
Dalam paparannya, dr. Toni menyebut waktu yang dinilai baik untuk melakukan latihan berada pada kisaran pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing atlet.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan para pelatih dan pengurus cabor.
Berbagai persoalan dibahas, mulai dari cara menangani cedera, pola pemulihan, kebutuhan gizi atlet, hingga berbagai persoalan kesehatan yang sering dihadapi atlet selama menjalani latihan maupun pertandingan.
Ketua KONI Jember, Ervan Friambodo, dalam kesempatan tersebut juga menggali respons peserta mengenai pentingnya kegiatan edukasi semacam itu bagi pembinaan olahraga di Jember.
Para peserta yang hadir secara kompak menyatakan bahwa kegiatan tersebut penting dan diharapkan dapat kembali digelar.
Kolaborasi KONI Jember dan Mayapada Hospital ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman kepada atlet, tetapi juga memperkuat pengetahuan para pelatih dan pengurus cabor mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik, mencegah cedera, serta memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.
Dengan demikian, target prestasi tidak hanya dibangun melalui latihan keras, tetapi juga melalui strategi pemulihan yang tepat untuk menjaga atlet tetap berada dalam kondisi terbaiknya saat dibutuhkan di arena pertandingan.
