Jember – Pemeriksaan kesehatan ibarat “alarm dini” bagi kondisi tubuh yang selama ini luput terlihat. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMP Negeri 3 Puger, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, menemukan seorang siswa mengalami anemia berat setelah ratusan peserta didik menjalani serangkaian pemeriksaan, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 163 siswa mengikuti kegiatan pemeriksaan yang dilaksanakan tim medis Puskesmas Puger tersebut. Peserta terdiri atas 55 siswa kelas VII, 55 siswa kelas VIII, dan 53 siswa kelas IX. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan peserta didik secara menyeluruh sekaligus mendeteksi lebih cepat apabila terdapat gangguan yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan memeriksa sejumlah indikator, mulai tekanan darah, kadar hemoglobin atau Hb, gula darah, status gizi, hingga kesehatan gigi dan mulut. Penilaian status gizi dilakukan melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut siswa.
Selain pemeriksaan tersebut, para siswa juga mengikuti skrining talasemia dan tes kebugaran fisik. Dalam tes kebugaran, peserta diminta mengelilingi lapangan sekolah sebanyak tiga putaran sebagai bagian dari penilaian kondisi fisik.
Hasil pemeriksaan kemudian menunjukkan adanya seorang siswa dengan kondisi anemia berat. Temuan tersebut menjadi salah satu perhatian utama tim kesehatan karena membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Siswa bersangkutan dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di Puskesmas Puger pada [10 September 2026] dengan didampingi orang tua atau wali.
Penanggung Jawab Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PJ PKG) Puskesmas Puger, Ristika Sofiyatul Zahro, menyebut program tersebut memiliki peran penting dalam mengenali kondisi kesehatan anak usia sekolah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.
“Dengan cek kesehatan ini, kondisi kesehatan siswa bisa diketahui lebih awal. Kalau ditemukan ada masalah, dapat segera dilakukan tindak lanjut sesuai kondisi masing-masing,” kata Ristika.
Ia menjelaskan, kegiatan CKG di lingkungan SMPN 3 Puger tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kondisi fisik. Petugas medis juga memberikan edukasi agar siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Perhatian khusus diberikan kepada remaja putri melalui pemberian tablet tambah darah. Para siswi juga diajak mengonsumsi tablet tersebut secara bersama-sama dan memperoleh penyuluhan mengenai anemia, termasuk pentingnya pencegahan kekurangan hemoglobin sejak usia remaja.
“Selain cek kesehatan gratis, kami juga memberikan tablet tambah darah bagi remaja putri, minum bersama tablet tambah darah, serta penyuluhan tentang anemia,” ungkapnya.
Sebelum pemeriksaan langsung dilakukan di sekolah, siswa terlebih dahulu diminta mengikuti proses skrining mandiri melalui aplikasi yang telah disediakan. Orang tua maupun wali murid ikut dilibatkan dalam tahapan tersebut sehingga informasi awal mengenai kondisi kesehatan siswa dapat dihimpun sebelum pemeriksaan oleh tenaga medis.
Ristika menerangkan, CKG merupakan program pemerintah pusat yang pelaksanaannya turut diperkuat Pemerintah Kabupaten Jember. Program pemeriksaan kesehatan itu menyasar berbagai kelompok umur, termasuk peserta didik sejak kelas 1 sekolah dasar hingga kelas 3 SMA atau kelas XII.
Menurutnya, hasil pemeriksaan diharapkan tidak berakhir hanya sebagai data mengenai kondisi siswa. Temuan dalam CKG perlu menjadi pijakan untuk memberikan edukasi, pendampingan, maupun menentukan tindakan medis apabila ditemukan masalah kesehatan tertentu.
Dengan adanya data kesehatan tersebut, sekolah bersama orang tua dapat memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai keadaan fisik peserta didik. Upaya itu sekaligus membuka peluang penanganan lebih cepat sebelum suatu gangguan kesehatan memengaruhi aktivitas belajar maupun kehidupan siswa sehari-hari.
Kepala SMP Negeri 3 Puger, Mohamad Solikin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di sekolahnya. Ia menilai kesehatan merupakan unsur yang berhubungan erat dengan proses pendidikan karena kondisi fisik siswa turut memengaruhi kemampuan mereka mengikuti pembelajaran dan mengembangkan prestasi.
“Atas nama keluarga besar sekolah, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gus Fawait, Bupati Jember, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dan tim medis yang hadir hari ini,” kata Solikin.
Pihak sekolah, lanjutnya, akan mendorong seluruh warga sekolah, baik siswa, guru maupun tenaga kependidikan, untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang disediakan pemerintah secara maksimal.
“Program Cek Kesehatan Gratis ini adalah bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Jember terhadap kesejahteraan warga sekolah. Kami mengimbau seluruh siswa, guru, dan staf untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Solikin juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan kemampuan akademik. Kondisi tubuh yang sehat menjadi modal penting bagi peserta didik untuk belajar, beraktivitas, sekaligus mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Ingatlah bahwa kesehatan adalah fondasi utama dari seluruh prestasi yang ingin kita raih,” pesannya.
Pelaksanaan CKG di SMPN 3 Puger memperlihatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala di lingkungan pendidikan. Temuan anemia berat pada salah satu siswa sekaligus menunjukkan bahwa deteksi dini dapat menjadi pintu awal untuk menentukan penanganan, meningkatkan kesadaran kesehatan, serta memperkuat keterlibatan sekolah dan keluarga dalam menjaga tumbuh kembang peserta didik. (ADV).
