Jember – Reses bukan sekadar agenda formal bagi anggota legislatif, tetapi menjadi ruang pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat untuk menyatukan harapan. Semangat itu tampak dalam kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Hoirozi, di kediaman Ningwar, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri warga Desa Sumberpinang yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka. Selain menyerap masukan masyarakat, Ahmad Hoirozi juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember yang saat ini tengah dijalankan guna meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Turut hadir sebagai narasumber Direktur PDP Kahyangan Jember, Dima Ahyar.
Dalam sambutannya, Ahmad Hoirozi menilai berbagai program yang dijalankan Bupati Jember mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia mengatakan pemerintah daerah juga tengah menyiapkan berbagai bentuk bantuan yang dapat diakses warga sesuai kebutuhan.
“Program Gus Bupati sudah kita rasakan. Nanti akan ada bantuan secara langsung. Jika masyarakat membutuhkan bantuan, silakan menghubungi Mas Ningwar di Desa Sumberpinang dan Mbak Unik di Desa Pakusari. Mereka adalah perwakilan saya yang akan menyampaikan langsung kepada saya,” ujar Ahmad Hoirozi.
Menurutnya, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus terjalin agar setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera ditindaklanjuti melalui jalur pemerintahan maupun pembahasan di DPRD.
Pada kesempatan yang sama, Dima Ahyar menjelaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk menghimpun aspirasi masyarakat sebagai bahan penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Ia menilai seorang wakil rakyat harus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung agar program yang diperjuangkan benar-benar tepat sasaran.
“Saya tahu persis Pak Rozi. Sebelum tidur maupun setelah bangun, yang selalu dipikirkan adalah masyarakat di daerah pemilihannya. Reses adalah kesempatan untuk mendapatkan aspirasi dan masukan dari masyarakat. Membangun itu bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pupuk bagi para petani,” ungkapnya.
Dima menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya mengoptimalkan pembangunan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. APBD Tahun 2026 yang mencapai sekitar Rp4,6 triliun harus dialokasikan untuk berbagai sektor, mulai dari belanja pegawai, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, hingga kebutuhan publik lainnya. Karena itu, pemerintah daerah terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh tambahan dukungan pendanaan.
Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi fokus pemerintah daerah, di antaranya beasiswa bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, layanan Universal Health Coverage (UHC) gratis bagi seluruh warga ber-KTP Jember, serta rencana Program Home Care yang akan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.
Selain sektor kesehatan dan pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember juga tengah mengupayakan dukungan pendanaan sekitar Rp2 triliun untuk pengembangan sistem pengelolaan sampah. Program tersebut diharapkan mampu mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menciptakan peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan reses ini, berbagai usulan warga akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Ahmad Hoirozi berharap komunikasi yang terbangun dengan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga setiap program yang diperjuangkan benar-benar menjawab kebutuhan warga di Kecamatan Pakusari maupun wilayah Jember secara umum.
