Gerbang ekspedisi menuju jantung hutan tropis Kalimantan ini bernama Prevab (Mentoko), salah satu spot utama di Taman Nasional Kutai, Kalimantan Timur. Di sinilah habitat orangutan Borneo masih lestari, dan pengunjung dapat menyaksikan mereka dari dekat dalam lingkungan alami yang terjaga.
Prevab terletak sekitar 25 menit dari Kota Sangatta. Untuk mencapainya, pengunjung perlu naik perahu ketinting menyusuri Sungai Sangatta. Selama perjalanan, hamparan hutan tropis yang rimbun akan memanjakan mata. Setelah tiba di dermaga kecil, perjalanan dilanjutkan dengan trekking ringan sekitar 10 menit menuju area camp.
Meski berada jauh dari kota, fasilitas di camp Prevab cukup memadai. Tersedia barak tidur beratap seng dengan kasur dan kelambu, dapur bersama, toilet bersih, dan ruang makan terbuka. Tidak ada sinyal ponsel di sini—membuat koneksi dengan alam menjadi total. Pemandu lokal yang ramah dan berpengalaman akan membantu setiap langkah perjalanan, mulai dari menyusun jadwal hingga menyediakan makanan dan air bersih.
Aktivitas utama di Prevab adalah trekking hutan, biasanya dilakukan pagi dan sore hari. Inilah momen terbaik untuk mengamati orangutan liar yang bergelantungan bebas di pohon-pohon tinggi. Selain itu, pengunjung juga bisa menjumpai owa, bekantan, kukang, hingga aneka burung eksotis.
Tak kalah menarik, night walk menjadi kegiatan favorit. Saat malam tiba, jalur hutan berubah menjadi dunia misterius dengan suara serangga tropis, lompatan katak warna-warni, dan sesekali hewan nokturnal yang muncul dari balik semak.
Prevab berada di tengah ekosistem hutan dataran rendah yang kaya akan biodiversitas. Selain satwa, ratusan jenis pohon, orkid, dan tumbuhan tropis lainnya menghiasi jalur-jalur trekking. Sungai kecil dan rawa turut melengkapi lanskap yang mendukung kehidupan liar.
Namun, kawasan ini juga menghadapi tantangan serius. Kebakaran, pembukaan lahan, dan aktivitas tambang telah menyebabkan degradasi hutan di masa lalu. Program konservasi dan edukasi kini dijalankan untuk menjaga ekosistem tetap lestari. Pengunjung pun diimbau untuk tidak memberi makan satwa, menjaga kebersihan, dan mengikuti protokol konservasi.
Beberapa tips penting bagi pengunjung: datanglah di musim kering (Juni–Oktober), gunakan sepatu trekking dan jas hujan, serta bawa obat anti-nyamuk. Paket wisata umumnya mencakup penginapan, tiga sesi trekking, serta makanan, dengan kisaran biaya Rp 1,5–2 juta per orang untuk dua malam.
Prevab adalah pintu gerbang terbaik untuk merasakan pengalaman menghadapi orangutan liar di habitat aslinya. Dengan camp sederhana, pemandu ahli, dan ekosistem asli Kutai, ini adalah pengalaman mendalam antara manusia dan alam. Namun, keberlanjutan dan konservasi tetap menuntut perhatian ekstra, jadi penting bagi pengunjung untuk datang secara bertanggung jawab.
