Samarinda – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia harus menjadi peluang emas bagi generasi muda Kalimantan Timur. Hal itu ditegaskan Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sugiono, dalam sebuah wawancara di Aula DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Sabtu (21/6/2025).
Sugiono menyerukan agar pemuda Kaltim tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan IKN yang sedang berlangsung. Menurutnya, momen ini harus dijadikan batu loncatan untuk mengambil peran aktif dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga kepemimpinan lokal.
“Kita tidak ingin pemuda Kaltim hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Ini momentum besar yang tidak boleh disia-siakan,” ujar Sugiono tegas.
Ia mengingatkan bahwa IKN bukan hanya proyek fisik semata, tetapi juga simbol transformasi sosial dan ekonomi nasional yang harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dan kompetensi generasi muda menjadi krusial.
“Kita butuh SDM yang siap bersaing dan mampu mengisi posisi strategis di berbagai bidang. Pemerintah, sekolah, kampus, dan komunitas harus bersinergi untuk menyiapkan mereka,” katanya.
Sugiono juga menyoroti pentingnya pendidikan vokasi, pelatihan kerja, dan pengembangan kewirausahaan sebagai fondasi pemberdayaan pemuda. Ia berharap program-program tersebut bisa menjangkau hingga ke daerah pelosok Kalimantan Timur.
Menurutnya, jika pemuda lokal tidak dipersiapkan sejak dini, maka ruang-ruang strategis di IKN bisa dengan mudah diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah. Hal ini, katanya, bisa menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan dalam distribusi manfaat pembangunan.
“Kalau kita tidak ambil bagian sekarang, maka kita hanya akan jadi penonton. Padahal ini ada di tanah kita, untuk masa depan kita,” tambahnya.
Dengan komitmen dan kolaborasi lintas sektor, Sugiono optimis bahwa pemuda Kaltim mampu mengambil peran sebagai pelaku utama pembangunan IKN, bukan hanya sekadar saksi sejarah. (ADV).
