Samarinda – Permasalahan kuota pupuk subsidi yang tidak terpecahkan akibat pendataan yang tidak akurat menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, menyebabkan kekhawatiran bagi Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik.
Akmal Malik berkoordinasi dengan PT Pupuk Kaltim untuk menemukan solusi yang memungkinkan petani penerima pupuk subsidi untuk mendapatkan bantuan dengan lancar, menghindari kemungkinan masalah serupa di tahun mendatang.
“Data yang ada di lapangan kacau, akhirnya penerima bantuan pupuk subsidi yang dirugikan,” ungkap Akmal Malik saat Rapat Paripurna ke 41 di DPRD Kaltim.
Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri ini pun berkomitmen akan meningkatkan transparansi data dan benar-benar memastikan distribusi pupuk lebih adil demi mendukung petani di Bumi Etam.
Salah satu upaya yang akan dilakukan ke depan, agar permasalahan tersebut tidak muncul kembali, pihak Pemprov berencana membuat kebijakan data desa presisi untuk memastikan pupuk subsidi benar-benar diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya.
“Makanya ke depan, kita akan membuat data desa presisi, dalam rangka menyikapi masalah data di Provinsi Kaltim,” ungkap Akmal Malik.
Namun demikian, Akmal Malik mengaku tidak bisa bekerja sendirian. Pastinya, semua pihak harus saling berkoordinasi agar menciptakan data yang presisi.
“Ini adalah kunci untuk menghasilkan data yang akurat dan terpercaya, dukungan dari legislatif sangat diperlukan, juga pihak yang terlibat lainnya untuk menyelesaikan persoalan ketidakakuratan data ini,” tegas Akmal Malik.
